Anak Rantau. Powered by Blogger.

Search This Blog

Monday, May 7, 2012

Kapan Usia Tepat Untuk Pengenalan Internet Pada Anak.

Sebelum saya jawab jika ada pertanyaan seperti judul postingan ini mari kita buat pertannyaan pendahuluannya.

Seberapa pentingkan internet bagi anak-anak?

Jawaban yang akan muncul sangat banyak dan bervariasi, tetapi yang ada dalam fikiran saya kira-kira jawabannya :
1. Penting, karena internet sumber informasi.
2. Penting, karena dengan internet kita bisa saling berkomunikasi, berdiskusi kelompok dengan sangat mudah dan murah.
3. Sangat penting dong, karena dari internet kita bisa mendapatkan banyak dolar.
4. Penting, karena kita bisa belajar secara online sehingga tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

Jika dari jawaban-jawaban diatas kita kaji lagi.
1. Penting, karena internet sumber informasi.
Apakah semua informasi dari internet benar?
Apakah semua informasi dari internet bersih dari konten pornografi?
Tidak semua informasi yang berasal dari internet adalah benar. Dan konten-konten pornografi selalu mewarnai internet yang siap dilihat dan dinikmati kapan saja dan dimana saja.
2. Penting, karena dengan internet kita bisa saling berkomunikasi, berdiskusi kelompok dengan sangat mudah dan murah.
Benarkah dalam berdiskusi kelompok anak hanya mendiskusikan pelajaran sekolah?
Bisa jadi malah hanya digunakan untuk ajang narsis-narsisan dan alay-alayan serta curhat yang tak ada gunanya.
3. Sangat penting dong, karena dari internet kita bisa mendapatkan banyak dolar.
Iya, memang internet bisa menghasilkan uang. Tapi lihat iklan yang ditayangkan diprogram PPC lokal. Walaupun tidak semuanya tapi banyak juga yang menampilkan konten-konten dewasa. Bisakah iklan yang dipasang bersih dari konten dewasa? Gimana mau bersih dari konten dewasa lha wong yang berani pasang iklan cuma dari situs itu.
4. Penting, karena kita bisa belajar secara online sehingga tidak terbatas oleh ruang dan waktu.
Memangnya anak tidak butuh sosialisasi dengan masnyarakat? Bisa saja anak sangat percaya diri dan narsis saat didunia maya tetapi jadi pendiam dan pemalu saat didunia nyata karena jarang bergaul dan bersosialisai.

Jan jane intine opo tho mas kok malah koyo wong kuliah??
Embuh, aku yo bingung hahahha...


Yang ingin saya sampaikan adalah betapa mudahnya anak-anak melihat konten-konten pornografi saat berselancar di internet.

Kitakan bisa memfilter konten pornografi dengan program2 tertentu?
Pemerintah kita kan sudah memblokir situs2 pornografi?

Bisakah hal itu memblok semua konten pornografi? tidak mungkin. Bagaimana mungkin bisa di block konten2 pornografi orang pakai proxy aja semua bisa diakses, pake operamini yang proxy servernya ada di oslo Norwegia semua konten apapun bisa diakses.

Wah, jadi bahaya banget ya internet bagi anak-anak? Kalau menurut saya iya. Memang sangat berbahaya karena internet adalah dunia yang tanpa batas. Konten apa saja bisa kita dapatkan dari internet dengan mudah.

Jika kembali ke pertanyaan awal "Kapan Usia Tepat Untuk Pengenalan Internet Pada Anak?" kalau menurut saya saat yang tepat untuk mengenalkan internet kepada anak adalah saat ilmu agamanya sudah kuat, tahu mana yang baik mana yang buruk untuk dirinya, kedewasaannya sudah cukup, bisa mengambil sikap dan keputusan sendiri jika ada masalah, mungkin itulah saatnya anak mengenal dunia yang tanpa batas ini. Wah, bisa2 saat kuliah baru bisa lihat internet? ya bisa saja kalo belum bisa membentengi diri dari sesuatu yang bisa merusak dirinya.

Mungkin banyak temen2 yang tidak setuju dengan postingan saya kali ini, tetapi anggap saja ini sebagai salah satu solusi alternatif dari pikiran ngawur saya hehehe...

Mari kita selamatkan generasi kita dan generasi yang akan datang. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?

Referensi :

1. Sebanyak 32 persen remaja usia 14 hingga 18 tahun di kota-kota besar di Indonesia pernah berhubungan seks. Demikian simpulan survei terbaru Komisi Perlindungan Anak Indonesia.
Sumber : http://metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2010/05/17/105501/32-Persen-Remaja-Indonesia-Pernah-Berhubungan-Seks

2. Sebanyak 69,6 persen remaja (462 orang) mengaku telah berhubungan seks dan 31 persen, di antaranya, merupakan mahasiswa, kemudian 18 persen karyawan kantor dan kelompok pedagang, pengusaha, buruh serta yang cukup mengkhawatirkan adalah ada 6 persen mereka yang mengaku telah berhubungan seks adalah masih berada di bangku SMP/SMA.
sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/11/12/05/lvqe95-astaghfirullahratarata-remaja-yang-pernah-berhubungan-intim-melakukannya-di-usia-19-tahun

3. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Enam puluh persen remaja perkotaan pernah berhubungan suami istri. Sedangkan untuk remaja pedesaan, jumlahnya diperkirakan sekitar empat puluh persen. Hal ini didasarkan pada survei yang dilakukan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/11/10/08/lsr5tr-astaghfirullahsebagian-besar-remaja-perkotaan-pernah-berhubungan-seks

70 comments:

  1. Nak kowe sok ndelok konten ngunu ngunu ra mas? Hihihiiiww~
    Ya ya ya,
    jan jane ngomongke opo tho mas? Ahahaha xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yen pas ora sengojo pernah un hahahah..

      mbuh ngomong opo tho :D

      Delete
  2. wah wah... ikut sependapat masbro, menurutku sih Pengenalan Internet memang penting, tapi tetap ada pemantauan lah surfingnya kemana aja.. :D, entah itu dari guru ataupun ortu ,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, arahkan anak-anak untuk menggunakan teknologi informasi ini secara sehat. Ambil manfaat positifnya, tinggalkan dan jauhi efek negatifnya.

      Delete
    2. Arif nd Abi@ Thanks pendapatnya :)

      Delete
  3. Menurutku anak2 belum butuh internet. Kalaupun mau dikenalkan, minimal sudah SMP. Itu pun perlu dibatasi cuma mengakses situs yang membantu dia belajar. *calonemaksadisbinpelit*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju ndah, yang paling penting anak harus sudah dibekali dengan ilmu agama yang cukup.

      Delete
  4. Bisa dibilang sumber informasi di internet malah lebih bahaya loh apalagi kalau menyangkut pemahaman agama.. ya yang ngga cermat menyikapinya dalam artian menelan mentah-mentah bisa jadi malah sesat dan punya pemikiran yang ngga wajar..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sob, sebaiknya kalo mau cari informasi ilmu agama dari internet yang direkomendasikan oleh depag.

      Delete
  5. :((
    Miris sekali ^^
    Solusinya bagaimana yah??
    Wong... sekarang anak- anak sudah akrab sekali dengan Internet, dan kebanyakan mainnya di Warnet....
    Bagaimana yah??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Solusinya kita mulai dari keluarga kita sendiri dulu sob :)

      Delete
  6. setuju tuh mas, aku malah kepengen nya anakku jangan buru-buru kenal internet deh...hehe...ataupun misalnya mau internetan, minimal ya harus di dampingi ayahnya atau ibunya deh...soalnya ngeri banget deh kalo ngebayangin anak-anak kita yang masih begitu lugu namun melihat konten pornografi yang nggak jelas begitu.

    menyelamatkan generasi muda dari aksi pornografi rasanya sudah menjadi tugas wajib kita sebagai orang tua ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget mbak, kalo menurut saya anak memang gak perlu2 amat dengan internet kok.

      Delete
  7. tekhnologi begitu terbuka.. apabila tidak mampu menyaringya..malah menjadi bencana..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas Fajar, kita harus lebih bijak menghadapi kepesatan teknologi.

      Delete
  8. sambil di awasi juga kali sob :D

    ReplyDelete
  9. ilmu agama harus kuat dan kita sebagai orang tua juga wajib mengawasi terus sob :D, nice artikel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul nd sangat setuju sob hehehe...

      Delete
  10. masya allah, betapa ngerinya ya sob

    dampak dari modernisasi tapi tidak dirinigi dengan iman di hati...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya begitulah sob, untuk pandangan kita nanti jika sudah berkeluarga :)

      Delete
  11. nice share sob..., internet ibarat pedang bermata dua, satu sisi bs tuk kebaikan satu sisi lg bs tuk kejahatan...jd butuh pengawasan ketat dr ortu.. *smile

    ReplyDelete
  12. Tinggal diimplementasikan ntar kalo dah punya anak :)

    ReplyDelete
  13. keren sob tulisannya!!! musti belajar banyak nih....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... mari sama2 kita belajar sob :)

      Delete
  14. hmm.. kalau pengenalan internet saat agamanya udah kuat sih.. sy stuju2 aja gan.. berarti kan mereka udah bisa memilih yg buruk dan bner, ya.. tergantung orangnya ajja lagi.. :D

    ReplyDelete
  15. Memang masalah seks gak ada yang bisa nahan :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... makanya harus dibekali ilmu agama yang kuat dulu ya sob :)

      Delete
  16. Betul, aku setuju, kokohkan pondasi agama, agar tak tersesaat dirimba internet.

    Remaja banyak yang sudah berhubungan seks sejak sebelum menikah, huueeek. Berita yang amat sangat memprihatinkan ya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mbak, memang ilmu agama sangat penting apalagi untuk sekarang ini :)

      Delete
  17. setuju...
    pengenalan internet pada anak tak boleh terlalu dini,
    bahayanya besar...

    ReplyDelete
  18. no problem with this article, I Setuju 100 persen Sob! hehehhee...!

    ReplyDelete
  19. Saya setuju dengan kondisi/syarat kapan usia yg tepat untuk mengenalkan internet pada anak, yaitu saat pemahaman dan kontrol emosi mereka cukup stabil. NAh masalahnya, bagimana meminimalkan mereka agar tdk mengakses internet di usia dini diluar sepengetahuan ortu/orang dewasa? Secara kita tahu warnet ada di mana-mana dan welcome pada semua pengunjungnya tanpa ada persyaratan usia [dini]? Saat saya melihat anak-anak SD berada di warnet, dan leluasa mengakses semua situs, jujur timbul rasa ingin tahu apa yg sedang mereka browsing? Sekedar nge'game ataukah berselancar 'kemana-mana' ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, mungkin kita yang harus memberikan pengertian pada anak serta pengawasan. Kalo masalah warnet kayaknya pemerintah daerah yang harus berperan.

      Delete
  20. bagai 2 keping mata uang, ada kebaikan pasti ada keburukannya, ortu harus pintar2 cari cara u/ menanamkan kebaikan/nilai2 moral/agama kepada anak, kalau basicnya bagus Insya Allah si anak ga akan macem2, toh kalau kepeleset ga akan terlalu jauh :) *imho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sob, pengetahuan agamanya harus kuat dulu.

      Delete
  21. gek nyatet materi kuliah po pie, daB!!! tapi emang penting, soalnya di tempat gue, cah cilik2 wis dho mabuk fb, tuker2an nope trus tlepon2an... bhahaha

    ReplyDelete
  22. hoo... setuju.... dan tetap ada pengawasan... :D

    ReplyDelete
  23. Adek saya sob, baru kelas 2 SD uda saya ajarin main di Internet.

    ReplyDelete
  24. menurutku anak-anak itu belum terlalu butuh internet. maksudku sek masih dibawah 13 tahun lho. Boleh sih tapi di bawah pengawasan soale kalo udah kenal internet itu anak-anak sukanya menyalahgunakannya, rasa ingin taunya gede lho.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, betul sekali wury, itu yang mau saya sampaikan. Keingin tahuan anak yang sangat besar yang bisa membahayakan.

      Delete
  25. zaman sekarang internet kalau tidak didapat dirumah bisa didapat diluar rumah, jadi yang penting adalah mengontrol dan menjaga-nya agar sang anak tidak terkontaminasi hal-hal yang negatif :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sob, dan yang paling penting harus dibekali ilmu agama yang kuat :)

      Delete
  26. penting biar anak-anak pada doyan ngabisin duit ortu ke warnet.. huhuuuu

    ReplyDelete
  27. wah ppc lokal kebanyakan dewasa semua gan, hahaha. makanya ane ngebet ma ibn. haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang iya sob, kalo IBN bagus tuh kayaknya. Sudah di approve kan?

      Delete
  28. ngeri ya pelajar yang 6 persen ud behubungan sex padahal masih bau kencur, ah payah. mau jadi apa indonesia ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita harus merubah mulai dari diri kita sendiri dulu sob hehehe...

      Delete
  29. Kalimat yang ini fontnya diperbesar, Kang Sob. Jika perlu dng format "quote", nyang ini nih...

    "...kalau menurut saya saat yang tepat untuk mengenalkan internet kepada anak adalah saat ilmu agamanya sudah kuat,..."

    Setujuuuuuuh bangeth.. ngeth.. ngeth.. ngeth.. (pake echo)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... iyo Mas Sob, ntar tak kasih tanda bold hehehe...

      Delete
  30. Pengenalan internet kepada anak menurut saya tidak perlu menunggu besar. Yang terpenting adalah kedekatan orang tua dengan anak sehingga bisa membuat regulasi yang dipatuhi kedua belah pihak. Misalnya bahwa anak tidak boleh ini, tidak boleh itu, boleh ini, boleh itu dan orangtuanya bisa menjadi contoh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul juga itu sob, tapi ilmu agamanya tetep harus kuat, kalo tidak akan banyak celah yang bisa dimanfaatkan ileh anak.

      Delete
  31. . . kalo tiang agama kita kuat, maka boleh buka internet. trz cara mengukur nya pake rumus apa?!? huhh. lha anak SD aja tugas nya udah disuruh liat internet. jadi anak^ SD ya mau gak mau mereka akan mengenal internet . .

    ReplyDelete
  32. mas mas, dirimuh liat yang begitu2 juga ndak :p

    ReplyDelete
  33. di atas ku nanyanya aneh.. hehe.. begitu2 apa maksudnya,, trims sob artikelnya.. blog ni dah ku follow/125DSP semoga pertemanan di dunia maya jadi keberkahan...

    ReplyDelete

Maaf, komentar SPAM akan langsung dihapus :)

Statistik Blog

Check PageRank

Statistik Blog

  © Blogger template The Beach by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP