Anak Rantau. Powered by Blogger.

Search This Blog

Thursday, March 15, 2012

Ayah

Song by Koes Plus
Ayah ...
Betapa kuagungkan
Betapa kuharapkan

Ayah ...
Betapa kau berpesan
Betapa kau doa kan

Ayah
Betapa pengalaman
Dahulu dan sekarang

Ayah ...
Rambutmu t'lah memutih
Cermin suka dan sedih

Ayah ...
Ceritakan kembali
Riwayat yang indah waktu dahulu

Ayah ...
Ku takkan bosan mendengar
Riwayat waktu kau muda perkasa

Ayah ...
Kau dapat,merindukan
Kau dapat mengenangkan

Ayah ...
Waktu terus berlalu
Sampai ke anak cucu
.....................

Sejak kecil aku merasa kehidupanku sangat terkekang, tidak seperti teman-teman sebayaku yang bebas bermain, kesawah, keladang, bermain lumpur dll, tetapi aku.....aku seperti dipenjara. Ibuku adalah sosok ibu yang lembut dan penuh kasih sayang. Tetapi bapak mempunyai watak yang sangat keras dalam mendidikku, tak boleh sedikitpun waktu buatku tuk bermain. Bapak termasuk orang yang disegani dan dituakan dikampungku, karena bapak selain guru ngaji juga mempunyai ilmu agama yang cukup. Tidak heran karena bapak memang cukup lama menimba ilmu dipesantren. Jadi setiap hari rutinitasku sekolah, ngaji, belajar, ngaji lagi, belajar lagi dan tidur, begitu lagi esok harinya.

Jangan dikira bapakku kalau ngajarin aku ngaji kayak ngajar di musola atau kayak guru mengajar dikelas, tidak.....! Selalu ada rotan ditangan kanannya, dan setiap kali aku ngaji kayaknya belum pernah tidak merasakan pukulan rotan itu. Selalu saja airmata keluar, terkadang ibuku juga ikut menangis setelah aku selesai ngajinya dengan bapak. Karena setiap hari disuruh ngaji dan menghafal Al Quran, aku sampai hafal 1 juz surat Al Baqoroh luar kepala (tapi sekarang dah lupa hehe...).

Sering juga terlintas dalam fikiranku untuk pergi dari rumah, tetapi aku selalu takut dan tak punya tujuan mau pergi kemana. Hingga aku SMU yang kurasakan adalah aku merasa terkekang dan tidak punya teman dikampung, sampai2 aku berfikir "jangan2 aku bukan anak kandung bapakku" (nah..lho...).

Waktu terus berlalu hingga saya lulus SMU dan melanjutkan kuliah di salahsatu perguruan tinggi di jawa barat. Saat kuliah rasanya bebas.. lepas... merdeka ... hahaha..... kerjaannya bukannya belajar tapi bilyard, karaoke, nongkrong di plaza, sering juga di kost bersama temen2 minum2 sambil main gaple. Rambut gonrong, celana levis disobek-sobek biar kelihatan garang.... wah wah, bener2 kayak residivis yang baru keluar dari penjara hahaha...., berangkat kuliah selalu telat karena setiap malam begadang main kartu, paling2 berangkat terus nitip absensi sama temen. Sewaktu-waktu dapat telpon dari bapak atau ibu di kampung, jawabku selalu diplomatis. "Semua aman dan terkendali Ndan" hehehe......yang penting kiriman bulanan lancar. Ketika hasil ujian semester dibagikan...... Xixixi... hampir 50% dari mata kuliah harus ngulang lagi tahun depan (isin aku). Untungnya bapak dirumah tidak tahu dan memang tidak mengerti tentang perhitungan nilai anak kuliahan.

Dengan susah payah akhirnya akupun bisa berdiri memakai toga dan walaupun hanya dipindahkan tali toga dari kiri kekanan, itu sudah cukup menendakan kalau aku berhak memakai titel tambahan dibelakang namaku "Anak Rantau, Sxx" hahaha... keren kan...Setelah ngelamar kesana kemari, akhirnya aku mendapat panggilan kerja di Semarang. Dengan gaji ya... lumayan lah bisa buat kebutuhan dan nabung.

(ini inti ceritanya apa sih?? aku kok jadi bingung sendiri :D)

Saatnya mudik......., ya, lebaran beberapa hari lagi tiba. Aku izin cuti seminggu untuk bisa berlebaran dikampung. Rasanya kangen banget dengan ibuku, soalnya semenjak kuliah jarang sekali saya mudik, kalau sama bapak gak begitu kangen sih, soalnya bapak kan galak hehehe.... Sesampainya dirumah sepertinya ada yang beda. Bapak tidak kelihatan garang seperti yang pernah saya kenal beberapa tahun yang lalu. Sekarang bapak lebih bersahabat, bisa diajak bercerita dan saya merokok pun tidak dimarahinya.

Malam lebaran tiba, suara takbir berkumandang. Aku, bapak dan ibu duduk didepan rumah sambil ngobrol kesitu kesini lalu bapak kelihatan bicara serius terhadapku. "Kamu tahu, kenapa dari kecil bapak sangat keras dalam mendidikmu?". Aku terdiam, nggak berani menjawab, menggelengkan kepala pun tak bisa. rasa takutku pada bapak muncul kembali, aku lalu menunduk dan tak berani menatapnya. "Bapak memang mendidikmu dengan keras agar kamu tidak terpengaruh oleh lingkungan kita. Lingkungan tempat tinggal kita sangatlah tidak baik untuk perkembanganmu. Coba lihat anaknya si A, kerjanya cuma nyuri ayam tetangganya, mabuk2an dan judi. Anaknya si B, lulus SMU langsung kawin, sekarang malah sudah cerai dan anaknya yang ngurusi mbahnya. Anaknya si C, kerjanya cuma luntang lantung jadi preman dipasar dst...dst...... " mereka2 yang disebutkan bapak memang notabene adalah temen-temenku saat kecil dulu. "Coba kalau kamu gak bapak didik dengan keras, belum tentu kamu bisa kuliah dan menjadi seperti sekarang ini. Bapak mengajarimu ngaji sejak kecil agar telingamu terbiasa mendengarkan bacaan ayat-ayat Al Quran hingga jika suatu saat nanti jalanmu menyimpang, pasti akan ada yang mengingatkanmu akan jalan yang lurus."

Suasana menjadi sangat serius, aku mencoba mencerna semua yang bapak katakan padaku dan aku mulai mengerti. Suasana menjadi mencair kembali saat bapak bertanya "Jadi sekarang siapa calon menantu bapak hehehe....." Aku jawab dengan semangat "Sebenarnya calonnya banyak pak, tapi saking banyaknya sampek gak ada yang mau saya ajak nikah hahaha...."

Setelah shalat Id seperti biasa kami saling sungkem. Saat sungkem dengan bapak, entah mengapa air mataku jatuh bak hujan. lidahku kelu, tak sanggup mengatakan sepatah katapun. dalam hati aku hanya ingin mengucapkan " Terima kasih bapak, ternyata bapak sangat mencintaiku".

NB :
Memang benar apa yang dikatakan bapak kepadaku, saat masih kuliah atau sewaktu sudah kerja, jika jalanku sudah mulai menyimpang, sering saat malam hari saya terjaga. Entah itu karena mimpi buruk, atau terbangun karena kaget mendengar suara azan subuh, lalu suara azan atau suara bacaan ayat-ayat Al Quran masuk jauh menyentuh lubuk hatiku yang membuatku rindu untuk melaksanakan shalat dan membaca Al Quran.

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway The Fairy and Me yang diselenggarakan oleh Nurmayanti Zain"



...

100 comments:

  1. papahku juga keras, walau tidak begitu islami. Tapi sebenernya dia lebih perhatian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sob, jangan salah sangka dulu sama papah mah hehehe....

      Delete
  2. ayah..sosok yang harus kita muliakan setelah ibu kita..

    semoga sukses giveway-nya sob:}

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener sob n thanks ya dukungannya :)

      Delete
  3. wah didikan ayah mu meresap ya di jiwa. ya tujuan pendidikan agama yang di ajarkan agar kamu bisa kembali lagi, bukan untuk tidak berbuat salah. karena ga ada manusi yang tidak salah, semua pernah salah. karana kamu punya agama, jadinya kamu bisa kembali lagi ke jalan yang baik. itu yang utama, angkat topi aku sama ayahmu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngangkat topinya jangan tinggi2 sob, ntar jatuh kena angin hehehe....
      Thanks sobat kunjungannya :)

      Delete
  4. Ambil sisi positif aza sob! sekeras-kerasnya ortu mendidik, itu merupakan wujud kasih sayang terhadap kita!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul tuh sob, dan aku sudah membuktikannya hehehe...

      Delete
  5. Hmm.. setiap ortu, berbeda-beda memberikan kasih sayangnya. Terkadang aku iri, sama temen, kok ngga pernah dia dimarahi sama ayahnya. Tapi aku,,,, haha...

    namun setelah besar, aku baru sadar, jika masa kecilku, aku seperti dia, mungkin... aku ngga akan, seperti ini.. :D

    ReplyDelete
  6. anak bandel, bukannya kuliah malah minum2, main gaple, huuu, pusup kamu 100 x, hihihi, btw seorang ayah memang mempunyai caranya untuk mencintai keluarganya, sukses sob dengan GA nya :p

    ane udah add elo, tp kok gak ada aprop sih :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwk... thanks sob dukungannya :D
      tuk akun FB sob, kalo YM nya di kasih angka 2 ujungnya ...

      Delete
    2. wew, ternyata gw yg salah, okeh, ntar di benerin, wew ^^

      Delete
  7. wah, saya terharu deh saat baca baris-baris terakhir....meskipun bapak nya anak rantau galak tapi saya yakin bapak juga sangat menyayangimu nak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixiixi... betul mbak, makasih kunjungannya :)

      Delete
  8. . . ea bener banget. dulu kita slalu menganggap bapak itu adalah monster yg kejam n menyeramkan. tapi kini kita udah sadar, apa yg tlah beliau lakukan adalah semata^ demi kebaikan kita. aku sungguh beruntung karena memiliki ortu yg sayang aku. luv u mama,, papa,, 4ever . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sob, makasih kunjungannya salam ma mama n papa hehehe...

      Delete
  9. terkadang kita menafsirkan salah tentang orang tua... tapi sebenernya untuk kebaikannya juga... jika ada kekeliruan disebabkan caranya aja yang kurang baik...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sob, thanks ya kunjungannya :)

      Delete
  10. rambut gondrong dan celana sobek2, saya dulu iya juga mas * sekarang juga masih* hehe,
    alhamdulillah gak nyampe 'belok di jalan'
    kebetulan ortu saya moderat model khas orang blangkonan ndeso dan gak mempermasalahkan 'cashing' anaknya :D

    setiap ayah memiliki cara yg berbeda untuk mendidik anaknya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sob, semua tujuannya untuk kebaikan kita juga hehe...

      Delete
  11. Wah cukup menyentuh. Moga berjaya ya :D

    ReplyDelete
  12. alhamdulilah sampai saat ini ayahQ masih tetap di jalan allah semoga ayahQ selalu di beri rizki yg melimpah amin, kok jadi curhat ya :D

    ReplyDelete
  13. Semoga ayahku sehat wal'afiat di Yogyakarta.

    ReplyDelete
  14. ayahku orang paling slow malah. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukurlah sob, semoga ayahnya sehat selalu :)

      Delete
  15. bkin saya kangen sama rumah. nice post sob.. keep writing :)

    ReplyDelete
  16. orang tua adalah harta yang paling berharga karena tanpa mereka kita takkan seperti ini...!! nice sahre sob...!!!

    ReplyDelete
  17. seneng yang masih bisa merasakan cinta dari Ayah...
    ku dah kehilangan sejak SMP...
    ;/
    hanya doa yang bisa dipanjatkan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga ayahnya tenang di alam sana sob. Amin.

      Delete
  18. Aku juga ngerasa kehilangan banget waktu Bapakku meninggal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bapak bahagia di sisiNya mbak :)

      Delete
  19. Yah seperti itulah tujuan orang tua mendidik kita sob. Karena mereka punya yanggung jawab besar. Karena kita adalah sebuah titipan bagi mereka.
    Btw kenapa komennya nggak pakai open id sob?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sob, memang tanggung jawab menjadi bapak sangatlah berat.

      Bisa kok sob pake open id, coba lagi sob :)

      Delete
  20. g bsa bcra ap2, smua sdah dwasa,

    ReplyDelete
  21. Makanya kita wajib menjaga hati orang tua agar selalu tentram....

    ReplyDelete
  22. sosok ayah pasti selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya... melakukan segala macam cara agar anaknya bisa sukses, walau kadang cara yang digunakan terlampau keras :) masyaAllah, begitu banyak hikmah yang bisa diambil pada akhirnya

    --------------
    sudah terdaftar ya anak rantau!
    terima kasih atas partisipasinya yaaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak, moga dapat pulsa xixiixii ....

      Delete
  23. Replies
    1. Thanks sobat kunjungannya, semoga tali silaturahmi atara blogger selalu terjaga :)

      Delete
  24. Salah satu lagu favorit teman, nice share

    ReplyDelete
  25. berkunjung membalas komentar sobat...!!!! ditunggu postingan selanjutny sob...!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Otree sobat :D
      Thanks kunjungannya :)

      Delete
  26. Wah! Ane yg mau cerita ttg ayah, eh.. Dah diduluin! Huhuhu, sukses buat GA-nya, ya... ;-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixixi... gak papa sob, isinya kan pasti beda ..
      Thanks sob dukungannya :)

      Delete
  27. wah jadi kangen ane ma ayh, udah dari ane kls 6 SD dah gak pernah ketemu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, dah lama banget sob? mang bapak kemana sob??

      Delete
  28. salut dgn didikan dan bimbingan kedua ortumu.
    moga menang giveawaynya yah :)
    udah follow balik.

    agak bingung, sambil nginget2 ini blog yg mana ya? dulu blognya ini bukan sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak dukungannya, ini blog yang baru mbak hehehe....

      Delete
  29. Memang kita gak boleh bersikap durhako dengan orang tua.
    apalagi ayah.

    ReplyDelete
  30. good Joob dan good luck sobat.....

    ReplyDelete
  31. Haha... tobat tobat, Mas Sob...

    Memang, lantunan ayat Al Qur'an lebih dahsyat ketimbang iringan lagu bethoven dsb. dalam membentuk karakter seorang anak.

    Semoga sukses ngontesnya, MAs.
    Eh... kerjo Semarang ngendi, Sampeyan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah tobat Mas Sob :D

      Suwun ya dukungannya :)

      Delete
  32. Saat sungkeman moment lebaran..saat tangan bapak/ibu mengusap lembut kepala...ada buliran bening menetas indah dan syahdu...meski tak ingin menangis tp butiran kristal itu keluar begitu saja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, betul sekali mbak hehehe...

      Makasih dah mampir :)

      Delete
  33. puisinya sangat menyentuh kedalam hati ,,,
    sosok ayah sangat berhaga bagi kehidupan dalam keluarga,,,, sama seperti ibu,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan puisi sob, tapi cerita hahaha...

      Thanks ya kunjungannya :)

      Delete
  34. Replies
    1. Semoga sehat2 aja ayahnya dikampung sob :)

      Delete
  35. waw koesplus asalnya kan dari kota sayaa :D heheheeee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wew... apa iya Nin, mang kotanya mana hehe...

      Delete
  36. Replies
    1. Betul sob, tapi kalo didengerin pagi2 bikin ngantuk :D

      Delete
  37. Replies
    1. Thanks Nisha, salam sukses kembali :)

      Delete
  38. bapakku juga keras mendidik ku ,dia selalu meyuruh ku belajar terus , bapakku ingin aku sukses di masa depan , dia juga selalu bilang "jangan sampai kaya bapak" ya intinya aku tuh harus lebih dari bapakku :')

    ceritanya keren , orangtua pasti selalu menginginkan yang terbaik untuk kita :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul tuh reni, ortu selalu menginginkan yang terbaik buat anaknya hehehe...

      Thanks ya kunjungannya :)

      Delete
  39. Nay juga waktu diajarin ngaji di gebuk pake rotan kalo gak bisa, dan pastinye nangis...hihiii

    salam hormat buat kedua orang tuanya ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha...., sama kita nay...

      Salam Hormat juga tuk ortunya ya :)

      Delete
  40. berarti kerasnya bapak karna sayang,
    so sweet
    tapi kadang kita sebagai anak, sulit untuk mmahami
    =)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sob, sering kita menganggap ortu sangat keras, padahal untuk kebaikan kita juga hehe...

      Delete
  41. postinganmu ya sob dgn postinganku...
    saat ini aku jg lg kangen ama ayah dan ibu..
    smoga mereka tenang di surga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin...

      Semoga beliau bahagia disana sob :)

      Delete
  42. ikutan juga ya sob.. smoga kita yg menang ya...

    ReplyDelete
  43. jaman-jaman SMA saya juga mikir jangan-jangan saya anak pungut. trus berimajinasi kaya yang di Endless Love seolah-olah sebenarnya orang tua saya itu orang kaya :D :D :D tapi ternyata emang beneran anak bapak ibu. lha wong sifatnya aja mirip kok sama mereka.

    ReplyDelete
  44. owalaaahhh ini toh, ach aku jadi tertarik niy. ke TKP bentar, masih sempet gak ya. hehehehe

    ehm, koment serius.
    Bapakku juga gitu, meski cewek atau cowok, cara didikannya sama. Kalau kakakku salah dipukul dan ditendang, aku juga gitu, kalau aku salah juga pasti dapat tendangan sama pukulan.

    But it least, semakin kesini, bapakku semakin tua dan semakin melunak. dendamku yang dulu membara, kini menciut melihat bapakku yang udah tua. dan aku berpikir, ternyata memang didikan bapakku tuch seperti itu dan itu bagus buat aku dan kakakku, buktinya aku dan kakakku menjadi orang yang benar-benar baik, gak kayak teman-temanku yang notabene dikampung benar-benar punya kelakuan yang rusak.

    yaa... ada hikmah dibalik semua itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih lama DL nya vit, masih sempet nyuci2 baju dulu hahahhaa....

      Betul vit, selalu ada hikmah dibalik semua kejadian hehe...

      Delete
  45. memang yah sosok seorang ayah adalah sosok orang yang berwibawa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sob hehe...
      Thanks ya kunjungannya :)

      Delete
  46. Sedih seperti saya yang sidah tak punya ayah :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kudu semangat sob, semua juga akan mengalami hehehe....

      Delete

Maaf, komentar SPAM akan langsung dihapus :)

Statistik Blog

Check PageRank

Statistik Blog

  © Blogger template The Beach by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP